Kisah Teladan

“Kisah kelinci”

Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai, tiba – tiba datang
seekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci itu
berkata “Kalau memang kamu berani hayo kita berkelahi di dalam lubang
kelinci, yang kalah akan jadi santapan yang menang dan saya yakin saya
akan menang.” Sang rubah jantan merasa tertantang “Dimanapun jadi, masa’
kelinci bisa menang melawan saya?” Merekapun masuk kedalam lubang kelinci,
sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai
paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.
Sang kelinci kembali bersantai, sambil memakai kaca mata hitam dan topi
pantai tiba -tiba datang seekor serigala besar yang hendak memangsanya.
Lalu kelinci berkata “kalau kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam
lubang kelinci, yang kalah akan menjadi santapan yang menang dan saya
yakin menang.” Sang serigala merasa tertantang, dimanapun jadi, masa’ sih
kelinci bisa menang melawan saya?” Merekapun masuk kedalam sarang
kelinci, lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam
setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.
Sang kelinci kembali bersantai sambil memasang payung pantai dan
merebahkan diri di atas pasir, tiba-tiba datang seekor beruang besar yang
hendak memangsanya. Lalu sang kelinci berkata “Kalau kamu berani hayo kita
berkelahi di lubang kelinci, yang kalah akan menjadi santapan yang menang,
dan saya yakin saya akan menang.” Sang beruang merasa tertantang,
dimanapun jadi, masa’ sih kelinci bisa menang melawan aku?” merekapun
masuk kedalam sarang kelinci tiga puluh menit kemudian sang
kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha beruang dan melahapnya
dengan nikmat.
Saat hari sudah sore sang kelinci melongok kedalam lubang sambil melambai
“Hai, keluar sudah sore besok kita teruskan.” Maka keluarlah seekor
harimau dari lubang tersebut, badannya yang sangat besar sambil menguap
harimau itu berkata “Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang
dan saya tidak perlu berkelahi mengejar kencang.”
***
Selamat memetik hikmah sebanyak-banyaknya, kami yakin setelah beberapa
cerita yang kami sebarkan sahabat sekalian semakin peka mengambil hikmah
dalam kisah….

Dari seorang sahabat untuk para sahabat,
salam 1 hari 1 ilmu,
-ari.setiawan-


Membersihkan kaca

Oleh oehersblog pada kisah teladan. Ditandai:. Tinggalkan sebuah Komentar

Sepasang orang muda yang baru menikah menempati rumah di sebuah komplek perumahan …

sewaktu pagi , sewaktu sarapan , si istri melalui jendela kaca, ia melihat tetangganya sedang menjemur pakaian(baju) .

” cuciannya keliatan kurang bersih ya ” si istri berkata

” sepertinya ia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar, mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus “ …

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tak memberikan komentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian , selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya ..

Seminggu berlalu , sang istri heran melihat pakaian – pakaian yang di jemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih , dan dia berseru kepada suaminya :

”Lihat , sepertinya dia telah belajar mencuci dengan benar. Siapa ya kira – kira yang sudah mengajarinya ?”

Sang suami berkata , ” Saya bagun pagi – pagi sekali dan membersihkan kaca kita “

Dan begitulah kehidupan !!!

Apa yang kita lihat saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan fikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya …

Jika hatimu bersih , maka bersih pula fikiranmu .

Jika fikiranmu bersih , maka bersih pula perkataanmu .

Jika perkataanmu bersih(baik), maka bersih pula perbuatanmu !!!

Sebelum menilai orang lain , nilailah diri kita sendiri

Sudah layakkah kita menilai orang lain !?..

Hati , pikiran dan perkataan kita mencerminkan hidup kita .

Jika ingin hidup kita berkembang , maju dan sukses maka kita harus menjaga hati, pikiran , dan perkataan kita ..

HATIMU menentukan FIKIRANMU

FIKIRANMU menentukan PERKATAANMU

PERKATAANMU menentukan MASA DEPANMU!

Tidak selama yang terlihat buruk itu buruk

Sepasang suami istri yang sudah di karunia seorang anak berumur 1 thn

hidup dengan bahagia , mereka memelihara seekor anjing yang begitu setia
sejak pacaran sampai di karuniai anak, anjing ini telah menjadi bagian dalam
hidup mereka, peliharaan , teman bermain, penjaga sekaligus pelindung keluarga.
Merekapun sangat menyayangi dan mempercayai anjing ini.
Suatu saat kedua suami istri ini keluar rumah dan meninggalkan anak mereka
bersama anjing peliharaannya, namun mereka lupa memberi makan anjing
tersebut. Saat mereka pulang , mereka di kejutkan dengan tetesan-tetesan darah yang
berserakan dilantai, kaget, takut dan khawatir bercampur aduk dalam benak
mereka. Merekapun langsung berlari menuju kamar.

Didepan pintu kamar duduk anjing peliharaan itu dengan mulut yang masih meneteskan darah segar.
Histeris kedua suami-istri berteriak, si istri trduduk lemas dengan isak tangis,
sedangkan sang suami langsung mengambil kursi yang ada diruangan, dan
menghantamkannya bertubi-tubi ke kepala anjing tersebut.
Si anjing seolah pasrah menerima nasibnya tanpa berusaha menghindar sampai
akhirnya mati. Dengan perasaan hancur dan tangis yang semakin menjadi, kedua
suami istri itu pun berpelukan , dalam hati mereka tidak menyangka telah
kehilangan sang buah hati dan anjing peliharaan bersamaan..
Dengan langkah lunglai keduanya memasuki kamar dan betapa kagetnya mereka
saat melihat anak mereka tertidur pulas di atas ranjang, sedangkan di samping
ranjang tergeletak seekor ular yang sudah mati berlumuran darah.
Mereka baru sadar ternyata anjing peliharaan itu telah melindungi anak
mereka dari ancaman ular.

Ingatlah janganlah ceroboh dalam bertindak karena penyesalan selalu
datang terakhir dan semua sudah berakhir..!!!

Tidak selama yang terlihat buruk itu buruk dan baik itu baik.,
SO..KEEP LEARNING BECAUSE LIFE IS TOTALLY ABOUT LEARNING

Malaikat Dalam Rumahmu

Suatu hari ada seorang bayi yang akan dilahirkan ke dunia. Sang bayi

bertanya kepada Tuhan, “Para malaikat mengatakan bahwa besok Engkau akan
mengirimku ke dunia, tapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu
kecil dan lemah?”
Tuhan menjawab “Saya telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga
dan mengasihimu.”
Sang bayi berkata “Tapi disini….., di Surga…., yang saya lakukan
hanyalah bernyanyi dan tertawa. ini sudah cukup bagi saya untuk
berbahagia.”
Tuhan menjawab lagi “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu
setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih
bahagia.”
Sang bayi bertanya lagi “Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang
berbicara kepadaku, saya tidak mengerti bahasa mereka?”
Tuhan menjawab “Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang
paling indah yang pernah kamu dengar; dan dengan penuh kesabaran dan
perhatian dia akan mengajarkan bagaimana kamu berbicara.
“Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan
melindungi saya?”
“Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal itu mengancam jiwanya.”
“Pasti saya akan merasa sedih karena tidak melihat-Mu lagi.”
“Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan
kepadamu bagaimana agar kau bisa kembali kepadaKu, walapun sesungguhnya
Aku selalu berada disisimu.”
Saat itu Surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar,
dan sang anak bertanya perlahan kepada Tuhan, “Tuhan… jika saya harus
berangkat sekarang, bisakah Engkau memberi tahu aku nama malaikat
tersebut?”
Jawab Tuhan “Kamu akan memanggil malaikatmu….IBU…”

***

dari seorang sahabat untuk para sahabat,
salam 1 hari 1 lmu,
-ari.setiawan-

komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: